Jumat, 07 Oktober 2016

#SIP Arsitektur Komputer dan Stuktur Kognisi Manusia

A. ARSITEKTUR KOMPUTER
           
1. Definisi Arsitektur Komputer  
arsitektur komputer from http://3.bp.blogspot.com/
 Arsitektur komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya.

Dalam bidang teknik komputer, definisi arsitektur komputer adalah suatu konsep perencanaan dan juga struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer atau ilmu yang bertujuan untuk perancangan sistem komputer. 

   Arsitektur von Neumann (atau Mesin Von Neumann) adalah arsitektur yang diciptakan oleh John von Neumann [1903 – 1957]. Arsitektur ini digunakan oleh hampir pada semua komputer pada saat ini. Arsitektur Von Neumann ini menggambarkan komputer dengan 4 (empat) bagian utama, yaitu: Unit Aritmatika & Logis (ALU), unit kontrol, memori, & alat masukan & hasil (secara kolektif dinamakan I/O). Bagian tersebut dihubungkan oleh berkas kawat, “bus”.

Komponen- komponen arsitektur komputer, komponen komputer dibagi menjadi 4 bagian yaitu:
  • Input (Masukan) : perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan.
  • Pemroses : sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer.
  • Penyimpanan : sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
  • Output (Keluaran): perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.


Kelebihan Arsitektur Komputer :
  • Ketika akan mencari suatu informasi komputer hanya dengan memasukan/input keyword yang akan kita cari komputer dengan cepat menampilkan informasi tersebut.
  • Bisa memproses banyak aplikasi dalam waktu yang sama.
  • Selalu berkembangnya teknologi yang akan membuat pekerjaan manusia juga cepat terselesaikan.


Kekurangan Arsitektur Komputer :
  • Harganya yang mahal.
  • Tidak hemat energi karena menggunakan aliran listrik yang cukup besar.
  • Lama dalam pembuatannya.
  • Bersifat sementara karena ada batas maksimal penggunaannya.


KOGNISI MANUSIA

                                1. Definisi Kognisi
kognisi manusia from 1.bp.blogspot.com
    Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi.  Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya memengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka. (wikipedia, 2016)

    Definisi ‘kognisi’ adalah kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan termasuk kesadaran, perasaan atau usaha menggali sesuatu melalui pengalaman sendiri. Proses pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang, hasil pemerolehan pengetahuan. (Nenti, 2014 dalam Kompasiana).

       Kognisi adalah kegiatan memperoleh pengetahuan yang ditangkap oleh panca indera dan masuk melalui syaraf-syaraf yang akan diproses oleh otak manusia untuk dijadikan sebuah memori atau pengetahuan baru, jika informasi tersebut penting bagi penerimanya maka akan menjadi memori jangka panjang dan apabila sebaliknya akan menjadi memori jangka pendek. 

        Komponen kognisi adalah komponen yang tersususn atas dasar pengetahuan dan informasi yang dimiliki seseorang tentang objek sikapnya atau kompnen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan atau bagaimana mempersepsi objek.

2. Kelebihan Kognisi Manusia
  • Informasi yang didapatkan melalui panca indera yang akan diproses di otak bisa bertahan lama
  • Jika fokus ketika menerima informasi penerima informasi akan banyak menyimpan dan mendapatkan informasi baru.
  • Memori jangka panjang bisa bertahan selama hidupnya apabila informasi tersebut sering digunakan ulang dalam kehidupannya.
  • Tidak terhingga harganya, karena apabila terdapat disfungsi otak pada manusia akan terjadi pula kelainan-kelainan penerimaan informasi pada orang tersebut.
  • Tidak ada manusia yang mampu menciptakan kehebatan otak, sehebat apapun manusia menciptakan robot yang sama dengan manusia namun tidak akan adayang mampu menandingi kehebatan otak manusia apabila digunakan secara maksimal.


3. Kekurangan Kognisi Manusia 
  • Lupa atau ketika ingin mengulang informasi yang telah hilang harus ada stimulus untuk mengembalikannya.
  • Butuh proses yang cukup lama untuk menerima informasi ketika penerima informasi tidak fokus.


Perbandingan antara arsitektur komputer dengan kognisi manusia
Membandingkan, Perbandingan, Skala, Keseimbangan, Apel
perbandingan from pixabay.com
   Cukup aneh bagi saya bila membandingkan dua hal ini. Komputer tercipta dari hasil pemikiran manusia melalui banyak tahap dimulai dari rasa penasaran, mencari informasi hingga menciptakannya. Bila dibandingkan jelas saja kognisi manusia akan jauh lebih hebat dibanding arsitektur komputer. 
   Lain halnya ketika manusia tidak menggunakan kognisinya secara maksimal, kerja otak yang dihasilkan juga tidak maksimal. Bahkan seperti yang sering kita dengar pisau akan lebih tajam jika sering diasah, begitu juga kognisi manusia. Jika sering digunakan dalam hal positif dalam rangka meningkatkan kecerdasan otak maka otak juga akan maksimal bekerja dan menghasilkan informasi atau suatu hal yang lebih besar dan lebih hebat dibandingkan dengan arsitektur komputer.

REFERENSI :



#SIP Arsitektur Komputer dan Stuktur Kognisi Manusia

A. ARSITEKTUR KOMPUTER
           
1. Definisi Arsitektur Komputer  
arsitektur komputer from http://3.bp.blogspot.com/
 Arsitektur komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya.

Dalam bidang teknik komputer, definisi arsitektur komputer adalah suatu konsep perencanaan dan juga struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer atau ilmu yang bertujuan untuk perancangan sistem komputer. 

   Arsitektur von Neumann (atau Mesin Von Neumann) adalah arsitektur yang diciptakan oleh John von Neumann [1903 – 1957]. Arsitektur ini digunakan oleh hampir pada semua komputer pada saat ini. Arsitektur Von Neumann ini menggambarkan komputer dengan 4 (empat) bagian utama, yaitu: Unit Aritmatika & Logis (ALU), unit kontrol, memori, & alat masukan & hasil (secara kolektif dinamakan I/O). Bagian tersebut dihubungkan oleh berkas kawat, “bus”.

Komponen- komponen arsitektur komputer, komponen komputer dibagi menjadi 4 bagian yaitu:
  • Input (Masukan) : perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan.
  • Pemroses : sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer.
  • Penyimpanan : sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
  • Output (Keluaran): perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.

Kelebihan Arsitektur Komputer :
  • Ketika akan mencari suatu informasi komputer hanya dengan memasukan/input keyword yang akan kita cari komputer dengan cepat menampilkan informasi tersebut.
  • Bisa memproses banyak aplikasi dalam waktu yang sama.
  • Selalu berkembangnya teknologi yang akan membuat pekerjaan manusia juga cepat terselesaikan.

Kekurangan Arsitektur Komputer :
  • Harganya yang mahal.
  • Tidak hemat energi karena menggunakan aliran listrik yang cukup besar.
  • Lama dalam pembuatannya.
  • Bersifat sementara karena ada batas maksimal penggunaannya.

KOGNISI MANUSIA

                                1. Definisi Kognisi
kognisi manusia from 1.bp.blogspot.com
    Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi.  Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya memengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka. (wikipedia, 2016)

    Definisi ‘kognisi’ adalah kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan termasuk kesadaran, perasaan atau usaha menggali sesuatu melalui pengalaman sendiri. Proses pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang, hasil pemerolehan pengetahuan. (Nenti, 2014 dalam Kompasiana).

       Kognisi adalah kegiatan memperoleh pengetahuan yang ditangkap oleh panca indera dan masuk melalui syaraf-syaraf yang akan diproses oleh otak manusia untuk dijadikan sebuah memori atau pengetahuan baru, jika informasi tersebut penting bagi penerimanya maka akan menjadi memori jangka panjang dan apabila sebaliknya akan menjadi memori jangka pendek. 

        Komponen kognisi adalah komponen yang tersususn atas dasar pengetahuan dan informasi yang dimiliki seseorang tentang objek sikapnya atau kompnen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan atau bagaimana mempersepsi objek.

2. Kelebihan Kognisi Manusia
  • Informasi yang didapatkan melalui panca indera yang akan diproses di otak bisa bertahan lama
  • Jika fokus ketika menerima informasi penerima informasi akan banyak menyimpan dan mendapatkan informasi baru.
  • Memori jangka panjang bisa bertahan selama hidupnya apabila informasi tersebut sering digunakan ulang dalam kehidupannya.
  • Tidak terhingga harganya, karena apabila terdapat disfungsi otak pada manusia akan terjadi pula kelainan-kelainan penerimaan informasi pada orang tersebut.
  • Tidak ada manusia yang mampu menciptakan kehebatan otak, sehebat apapun manusia menciptakan robot yang sama dengan manusia namun tidak akan adayang mampu menandingi kehebatan otak manusia apabila digunakan secara maksimal.

3. Kekurangan Kognisi Manusia 
  • Lupa atau ketika ingin mengulang informasi yang telah hilang harus ada stimulus untuk mengembalikannya.
  • Butuh proses yang cukup lama untuk menerima informasi ketika penerima informasi tidak fokus.

Perbandingan antara arsitektur komputer dengan kognisi manusia
Membandingkan, Perbandingan, Skala, Keseimbangan, Apel
perbandingan from pixabay.com
   Cukup aneh bagi saya bila membandingkan dua hal ini. Komputer tercipta dari hasil pemikiran manusia melalui banyak tahap dimulai dari rasa penasaran, mencari informasi hingga menciptakannya. Bila dibandingkan jelas saja kognisi manusia akan jauh lebih hebat dibanding arsitektur komputer. 
   Lain halnya ketika manusia tidak menggunakan kognisinya secara maksimal, kerja otak yang dihasilkan juga tidak maksimal. Bahkan seperti yang sering kita dengar pisau akan lebih tajam jika sering diasah, begitu juga kognisi manusia. Jika sering digunakan dalam hal positif dalam rangka meningkatkan kecerdasan otak maka otak juga akan maksimal bekerja dan menghasilkan informasi atau suatu hal yang lebih besar dan lebih hebat dibandingkan dengan arsitektur komputer.

REFERENSI :



#SIP Informasi dan Sistem Informasi Psikologi


  
information animation from : http://p.motionelements.com/

   Dalam kehidupan yang selalu berkembang ini manusia selalu membutuhkan dan rasa ingin tahunya semakin besar. Ketika seseorang memerlukan suatu pengetahuan yang penting bagi dirinya dan bermanfaat bagi dirinya atau bahkan bagi orang lain juga secara alamiah orang tersebut akan mencari tahu sebanyak mungkin pengetahuan tersebut. Sekumpulan data yang telah diteliti kebenarannya yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru bagi yang membutuhkannya disebut dengan Informasi.

A. INFORMASI 

1.    Definisi Informasi menurut beberapa ahli :
  • Abdul Kadir, McFadden dkk. Mereka mendefiniskan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
  • George R. Terry menjelaskan informasi sebagai data yang terpenting untuk memberikan pengetahuan yang bermanfaat.
  • George H. Bodnar informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa, sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar.

2. Jenis-jenis informasi
  • Informasi berdasarkan fungsi & kegunaan, ialah informasi yang berdasarkan materi dan kegunaannya.
  • Informasi berdasarkan format penyajian, merupakan informasi yang berdasarkan bentuk penyajian. Informasi jenis ini, antara lain berupa tulisan teks, gambar karikatur, foto, ataupun lukisan abstrak.
  • Informasi berdasarkan lokasi kejadian, merupakan informasi yang berdasarkan lokasi kejadian yang sedang berlangsung, baik informasi dari dalam negeri maupun informasi dari luar negeri.
  • Informasi berdasarkan bidang kehidupan, merupakan informasi yang berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada, contohnya pendidikan, gaya hidup, olahraga dll.
3. Komponen-komponen Sistem Informasi
  • Hardware
  • Sorftware
  • Prosedur : Aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data untuk menghasilkan output
  • Basis data :Kumpulan data yang saling berkaitan untuk mempermudah dalam memperoleh suatu informasi
  • Jaringan komputer dan komunikasi data
  • Brainware
B. PSIKOLOGI
1.    Definisi Psikologi
  • Psikologi adalah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Para praktisi dalam bidang psikologi disebut para psikolog. (wikipedia)
  • Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  • Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
2. Bidang-bidang dalam Psikologi

  • Psikolog sosial merupakan psikolog yang menangani masalah - masalah social yang sedang terjadi dan di alami oleh masyarakat. Biasanya ruang lingkupnya terjadi di LSM, yayasan social, dan juga social masyarakat.
  • Psikolog Industri dan Organisasi, sudah sangat jelas ruang lingkupnya terjadi di industri dan organisasi. Biasanya di perusahaan di dalam menangani karyawan yang sedang bermasalah, bagian HRD, bagian Personalia, bagian Sumber DayaManusia ( SDM ), bagian konsultan perusahaan, dan apabila pada saat mengadakan rekruitment, seleksi, promosi produk, dan juga mutasi, payroll, training maupun mengetes remaja - remaja yang kebingungan di dalam memilih jurusan pada saat akan masuk SMA ataupun masuk kuliah.
  • Psikolog klinis merupakan sebuah ilmu psikologi yang bergerak untuk melayani manusia di dalam penyembuhan kejiwaan yang sedang mempunyai masalah di dalam hidupnya atau terguncang jiwanya dengan tanpa menggunakan obat - obatan. Dengan cara melayani curhatannya, konsultasi dalam hal masalah pribadi, memberikan terapi apabila diperlukan. Ruang lingkup cara kerjanya biasanya di lakukan di Rumah Sakit Jiwa, dengan seorang Psikiater yang biasanya bekerja sama di dalam menyembuhkan gangguan kejiwaan yang dimiliki oleh klien shizofrenia.
C. SISTEM

1.        Definisi Sistem
  • Suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. (KBBI, 2016)
  • Pengertian Informasi Menurut George H. Bodnar, (2000: 1), “Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”
  • Pengertian Informasi Menurut Lani Sidharta (1995: 28), “Informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan”

    Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli - Sistem informasi adalah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, membantu dan mendukung kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan. (Erwan Arbie, 2000, 35).

1. Jenis-jenis Sistem Informasi
  • Sistem Informasi Manajemen, sesuai dengan namanya, sistem informasi manajemen merupakan salah satu pengimplementasian dari sistem informasi yang digunakan pada sasaran kalangan manajerial.
  • Sistem Informasi Pemasaran, jenis sistem informasi berikutnya yang banyak diimplementasikan adalah jenis sistem informasi pemasaran. Jenis sistem informasi ini sangat penting terutama bagi bagian pemasaran suatu perusahaan. 
  • Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, jenis sistem informasi yang berikutnya adalah sistem informasi sumber daya manusia alias SDM. Sesuai dengan namanya, biasanya sistem informasi ini berhubungan dengan bagian personalia, atau HR dari suatu perusahaan dan juga organisasi.
  • Sistem Informasi Psikologi, aspek psikologis dalam perkembangan Organisasi berbasis Sistem Informasi Psikologi didefinisikan sebagai kajian ilmiah tentang tingkah laku dalam proses mental organisasi. Aspek psikologi sebenarnya lebih mengarah kepada manusia sebagai pengguna sistem informasi yang ada. Informasi disini saya ambil contoh tentang penggunaan komputer beserta aplikasinya dalam bidang psikologi itu sendiri. 

Sistem Informasi Psikologi

   Aspek psikologi sebenarnya lebih mengarah kepada manusia sebagai pengguna sistem informasi yang ada. Informasi disini saya ambil contoh tentang penggunaan komputer beserta aplikasinya dalam bidang psikologi itu sendiri. Salah satu contohnya yaitu pengguna komputer dalam pembuatansoftware-software untuk bidang psikologi.

Contoh dalam bidang psikologi yaitu penggunaan laboratorium psikologi dimana didalamnya menggunakan prinsip ilmu komputer.

Contoh lain mungkin dengan sistem konseling online yang sekarang ini banyak beredar dan banyak hadir di situs jejaring sosial. Hal-hal diatas merupakan sebagian contoh penggunaan sistem informasi dalam bidang psikologi saat ini. Dimana, ilmu psikologi juga berkembang berkat adanya perkembangan yang sangat pesat dari ilmu komputer itu sendiri.

Hubungan Sistem Informasi dengan Psikologi
   Erat kaitannya dengan sistem informasi sumber daya manusia Sistem informasi sumber daya manusia, maksudnya pertemuan antar bidang manajemen. Misalnya HRD dalam bidang HRD diperlukan kemampuan yang tepat dalam menyeleksi, pelatihan, penyusunan strategi, perencanaan karir, hubungan karyawan dll. Kemampuan tersebut sangat berkaitan dengan sistem informasi yang dikaitkan dengan perilaku manusia yang ada dalam ilmu psikologi.



REFERENSI :


#SIP Etika dalam Membuat Tulisan secara Online

         Banyak hal yang perlu kita perhatikan ketika menulis di media sosial, berupa artikel, infografis, quotes atau hanya sekedar bercerita tentang kegiatan sehari-hari harus tetap menggunakan kode etik. Dimana ketika kita akan membagikan tulisan, banyak orang di luar sana yang akan membaca tulisan kita dan kita harus tahu apakah tulisan kita ini mengandung unsur yang bertentangan dengan norma atau tidak. Etika sendiri menurut KBBI adalah ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban.

           Cerita singkat dari pengalaman saya, ketika mendapat tugas menulis di blog dengan tema yang telah ditentukan saya awalnya hanya berinisiatif untuk menambahkan gambar pada tulisan saya saat itu. Ketika dosen saya mengevaluasi tulisan yang saya buat, dosen tersebut menanyakan : “Gambar ini kamu ambil darimana?” Lantas saya menjawab dari Google. Dosen saya tersenyum sambil menjelaskan bahwa ketika hendak mengambil gambar dari suatu web harus menyertakan sumber atau web tersebut pada tulisan kita. Karena bila tidak itu termasuk pelanggaran kode etik, dimana kita bisa dikatakan sebagai plagiator. Sedih juga hanya karena gambar bisa dapat predikat plagiator, ya memang inilah yang dinamakan hukum online (saya ngarang namanya).

ethics jpg from sakinatantri.files.wordpress.com

       Selain gambar, ketika kita akan menulis online kita juga harus perhatikan bahasa yang kita gunakan. Apakah baik untuk dibaca orang lain, apakah sesuai dengan usia target pembaca dan apakah akan mengundang unsur pro-kontra antarpembaca. Boleh saja kita berkomentar mengenai suatu hal yang sedang naik daun yang dituangkan dalam bentuk tulisan, namun kita harus perhatikan apakah tulisan kita itu bermanfaat, tepat tanpa ada bumbu-bumbu yang membuat tulisan kita itu sesuai norma yang ada atau tidak.

         Mencari dan menemukan sumber-sumber inspirasi atau informasi yang berkaitan dengan tulisan kita memang sangat mudah ketika kita menggunakan “Google”. Jangan sampai sumber-sumber tadi tidak dicantumkan apalagi kita mengikuti tulisan tersebut, karena kita bisa disebut sebagai plagiator terparah (hehe) orang lain mencari informasi sana-sini, menggunakan setumpuk buku atau hanya menggunakan mesin pencari di komputer “Google” tadi namun kita semena-mena mengambil karya orang tanpa mempublishkan bahwa tulisan tersebut adalah tulisan kita.

      Yang terakhir pilihlah tampilan blog yang sesederhana mungkin. Pada dasarnya setiap orang ingin memberikan yang terbaik ketika akan melakukan sesuatu. Mengubah tampilan background, tema, hingga bentuk tulisan dan tata bahasa harus diperhatikan. Jangan sampai kita ingin membuat blog kita indah namun terlalu over, yang nantinya akan menyebabkan viewer malas untuk mengunjungi blog kita entah karena tampilan yang terlalu ramai, tulisan yang tidak beraturan atau malah tulisan tersebut sulit untuk dimengerti karena menggunakan bahasa-bahasa yang tidak umum.

    Sebenarnya masih banyak lagi etika dalam menulis online, semoga tulisan saya kali ini bisa bermanfaat dan bisa mengubah sedikit cara penulisan yang baik. Terima kasih telah membaca..


Referensi :
  • http://www.kompasiana.com/kenianareriska/tips-trik-menulis-di-media-online_552a8c2e6ea834f235552cfc
  • http://kbbi.web.id/etika

               


Jumat, 29 April 2016

Teknik Terapi Eksistensial Humanistik

Teknik utama eksistensial humanistik pada dasarnya adalah penggunaan pribadi konselor dan hubungan konselor-konseli sebagai kondisi perubahan. Namun eksistensial humanistik juga merekomendasikan beberapa teknik (pendekatan) khusus seperti menghayati keberadaan dunia obyektif dan subyektif klien, pengalaman pertumbuhan simbolik (suatu bentuk interpretasi dan pengakuan dasar tentang dimensi-dimensi simbolik dari pengalaman yang mengarahkan pada kesadaran yang lebih tinggi, pengungkapan makna, dan pertumbuhan pribadi).
Teknik dalam terapi ini antara lain:
  • Penerimaan
  • Rasa hormat 
  • Pemahaman
  • Menentramkan hati 
  • Pertanyaan terbatas 
  • Memantulkan pertanyaan dan perasaan
Pada saat terapis menemukan keseluruhan dari diri klien, maka saat itulah proses terapeutik berada pada saat yang terbaik. Penemuan kreatifitas diri terapis muncul dari ikatan saling percaya dan kerjasama yang bermakna dari klien dan terapis. Proses konseling oleh para eksistensial meliputi tiga tahap yaitu:
  1. Tahap pertama, konselor membantu klien dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak mendefinisikan cara pandang agar eksistensi mereka diterima. Konselor mengajarkan mereka bercermin pada eksistensi mereka dan meneliti peran mereka dalam hal penciptaan masalah dalam kehidupan mereka.
  2. Pada tahap kedua, klien didorong agar bersemangat untuk lebih dalam meneliti sumber dan otoritas dari sistem mereka. Semangat ini akan memberikan klien pemahaman baru dan restrukturisasi nilai dan sikap mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan dianggap pantas.
  3. Tahap ketiga berfokus pada untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka. Klien didorong untuk mengaplikasikan nilai barunya dengan jalan yang kongkrit. Klien biasanya akan menemukan kekuatan untuk menjalani eksistensi kehidupanya yang memiliki tujuan. Dalam perspektif eksistensial, teknik sendiri dipandang alat untuk membuat klien sadar akan pilihan mereka, serta bertanggungjawab atas penggunaaan kebebasan pribadinya. 

Prosedur dan Teknik Terapi

Menurut Baldwin (1987), inti dari terapi ini adalah penggunaan pribadi terapi :

1.      Kapasitas Untuk Sadar Akan Dirinya : Implikasi Konseling.
Meningkatkan kesadaran diri, yang mencakup kesadaran akan adanya alternative, motivasi, factor yang mempengaruhi seseorang dan tujuan hidup pribadi, merupakan sasaran dari semua konseling. Adalah tugas terapis untuk menunjukkan kepada klien bahwa peningkatan kesadaran memerlukan imbalan.
2.      Kebebasan dan Tanggung Jawab : Implikasi Konseling.
Terapis eksistensial terus-menerus mengarahkan fokus pada pertanggungjawaban klien atas situasi mereka. Mereka tidak membiarkan klien menyalahkan orang lain, menyalahkan kekuatan dari luar, ataupun menyalahkan bunda mengandug. Apabila klien tidak mau mengakui dan menerima pertanggungjawaban bahwa sebenarnya mereka sendirilah yang menciptakan situasi yang ada, maka sedikit saja motivasi mereka untuk ikut terlibat dalam usaha perubahan pribadi (May & Yalom, 1989; Yalom 1980).
Terapis membantu klien dalam menemukan betapa mereka telah menghindari kebebasan dan membangkitkan semangat mereka untuk belajar mengambil resiko dengan menggunakan kebebasan itu. Kalau tidak berbuat seperti itu berarti klien tak mampu berjalan dan secara neurotik menjadi tergantung pada terapis.Terapis perlu mengajarkan klien bahwa secara eksplisit mereka menerima fakta bahwa mereka memiliki pilihan, meskipun mereka mungkin selama hidupnya selalu berusaha untuk menghindarinya.
3.      Usaha Untuk Mendapatkan Identitas dan Bisa Berhubungan Dengan Orang Lain : Implikasi Konseling.
Bagian dari langkah terapeutik terdiri dari tugasnya untuk menantang klien mereka untuk mau memulai meneliti cara dimana mereka telah kehilangan sentuhan identitas mereka, terutama dengan jalan membiarkan orang lain memolakan hidup bagi mereka. Proses terapi itu sendiri sering menakutkan bagi klien manakala mereka melihat kenyataan bahwa mereka telah menyerahkan kebebasan mereka kepada orang lain dan bahwa dalam hubungan terapi mereka terpaksa menerima kembali. Dengan jalan menolak untuk memberikan penyelesaian atau jawaban yang mudah maka terapis memaksa klien berkonfrontasi dengan realitas yang hanya mereka sendiri yang harus bisa menemukan jawaban mereka sendiri.
4.      Pencarian Makna : Implikasi Konseling.
Berhubungan dengan konsep ketidakbermaknaan adalah apa yang oleh pratis eksistensial disebut sebagai kesalahan eksistensial. Ini adalah kondisi yang tumbuh dari perasaan ketidaksempurnaan atau kesadaran akan kenyataan bahwa orang ternyata tidak menjadi siapa dia seharusnya. Ini adalah kesadaran bahwa tindakan serta pilihan sesorang mengungkapkan kurang dari potensi sepenuhnya yang dimilikinya sebagai pribadi. Manakala orang mengabaikan potensi-potensi tertentu yang dimiliki, maka tentu ada perasaan kesalahan eksistensial ini. Beban kesalahan ini tidak dipandang sebagai neurotik, juga bukan sebagai gejala yang memerlukan penyembuhan. Yang dilakukan oleh terapis eksistensial adalah menggalinya untk mengetahui apa yang bisa dipelajari klie tentang cara mereka menjalani kehidupan. Dan ini bisa digunakan untuk menantang kehadiran makna dan arah hidup.

5.      Kecemasan Sebagai Kondisi Dalam Hidup : Implikasi Konseling.
Kecemasan merupakan materi dalam sesi terapi produktif. Kalau klien tidak mengalami kecemasan maka motivasi untuk mengalami perubahan menjadi rendah. Jadi, terapis yang berorientasi eksistensial dapat menolong klien mengenali bahwa belajar bagaimana bertenggang rasa dengan keragu-raguan dan ketidakpastian dan bagaimana caranya hidup tanpa ditopang bisa merupakan tahap yang perlu dialami daam perjalanan dari hidup yang serba tergantung kea lam kehidupan sebagai manusia yang lebih autonom. Terapis dan klien dapat menggali kemungkinan yang ada, yaitu bahwa melepaskan diri dari pola yang tidak sehat dan membangun gaya hidup baru bisa disertai dari pola yang tidak sehat dan membangun gaya hidup baru bisa berkurang pada saat klien mengalami hal-hal yang ebih memuaskan dengan cara-cara hidup yang lebih baru. Maakala klien menjadi lebih percaya diri maka kecemasan mereka sebagai akibat dari ramalan-ramalan akan datangnya bencana akan menjadi berkurang.

6.      Kesadaran Akan Maut dan Ketiadaan : Implikasi Konseling.

Latihan dapat memobilisasikan klien untuk secara sungguh-sungguh memantapkan waktu yang masih mereka miliki, dan ini bisa menggugah mereka untuk mau menerima kemungkinan bahwa mereka bisa menerima keberadaannya sebagai mayat hidup sebagai pengganti kehidupan yang lebih bermakna.

Tahap-tahap Pelaksanaan Terapi Humanistik Eksistensial
Pendekatan ini bisa menggunakan beberapa teknik dan konsep psikoanalitik dan juga bisa menggunakan teknik kognitif-behavioral. Metode ini berasal dari Gestalt dan analisis transaksional. Terdapat tiga tahap yang dapat dilakukan oleh terapis dalam terapi humaniatik eksistesial, antara lain :

1.      Tahap pendahuluan
Konselor mambantu klien dalam mengidentifikasi dan mnegklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak mendefinisikan cara pandang agar eksistensi mereka diterima. Konselor mengajarkan mereka bercemin pada eksistensial mereka dan meneliti peran mereka dalam hal penciptaan masalah dalam kehidupan mereka.

2.      Tahap pertengahan
Klien didorong agar bersemangat untuk lebih dalam meneliti sumber dan otoritas dan sistem mereka. Semangat ini akan memberikan klien pemahaman baru dan restrukturisasi nilai dan sikap mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan dianggap pantas.
3.      Tahap akhir
Berfokus untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka. Klien didorong untuk mengaplikasikan nilai barunya dengan jalan yang kongkrit. Klien biasanya akan menemukan kekuatan untuk menjalani eksistensi kehidupannya yang memiliki tujuan. Dalam perspektif eksistensial, teknik sendiri dipandang alat untuk membuat klien sadar akan pilihan mereka, serta bertanggungjawab atas penggunaan kebebasan pribadinya.
Kekurangan dan Kelebihan Terapi Humanistik-Ekstensial
Kelebihan
Teknik ini dapat digunakan bagi klien yang mengalami kekurangan dalam perkembangan dan kepercayaan diri.
§  Adanya kebebasan klien untuk mengambil keputusan sendiri
§  Memanusiakan manusia
§  Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomena sosial.
§  Pendekatan terapi eksistensial lebih cocok digunakan pada perkembangan klien seperti masalah karier, kegagalan dalam perkawinan, pengucilan dalam pergaulan ataupun masa transisi dalam perkembangan dari remaja menjadi dewasa
Kelemahan
§  Dalam metodologi, bahasa dan konsepnya yang mistikal
§  Dalam pelaksanaannya tidak memiliki teknik yang tegas
§  Terlalu percaya pada kemampuan klien dalam mengatasi masalahnya (keputusan ditentukan oleh klien sendiri)
§  Memakan waktu lama.
Sumber :
Corey, Gerald. (1995). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung : PT.
            Eresku.
Lubis, Lumongga Namora. (2011). Memahami Dasar-Dasar Konseling dalam Teori dan
          Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Misiak, henryk.2005.psikologi fenomenologi,eksistensial dan humanistic. Bandung:
             PT.Rafika aditama