Senin, 09 Maret 2015

Teori Kepribadian Sehat

Aliran Psikoanalisis


Psikolanalisa merupakan salah satu aliran besar dalam dunia psikologi, pencetus awalnya adalah Sigmund Freud, berikut saya akan coba menjabarkan teori psikoanalisa dari Sigmund Freud dan kemudian mengaitkannya dengan kepribadian yang sehat. 

Sumbangan terbesar Freud pada teori kepribadian adalah eksplorasinya ke dalam dunia tidak sadar dan keyakinannya bahwa manusia termotivasi oleh dorongan-dorongan utama yang belum atau tidak mereka sadari. Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam bawah sadar.

Alam tidak sadar (unconscious
Alam tidak sadar menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan maupun insting yang tak kita sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan dan tindakan kita. Sekalipun kita sadar akan perilaku kita yang nyata, sering kali kita tidak menyadari proses mental yang ada dibalik perilaku tersebut.
Dorongan tidak sadar ini muncul di alam bawah sadar setelah menjalani transformasi tertentu. Contohnya, seseorang dapat mengekspresikan dorongan erotis atau keinginan untuk melukai orang lain dengan cara menggoga atau mengolok-olok orang lain. 
Alam Bawah Sadar  (preconscious
Alam bawah sadar ini memuat semua elemen yang tak disadari, tetapi bisa muncul kesadaran dengan cepat atau agak sukar (Freud, 1993/1964). Isi alam bawah sadar ini datang dari dua sumber, yang pertama adalah persepsi sadar (conscious perception). Apa yang dipersepsikan orang secara sadar dalam waktu singkat, akan segera masuk ke dalam alam bawah sadar selagi fokus perhatian beralih ke pemikiran lain.
Sumber kedua dari gambaran-gambaran bawah sadar adalah alam tidak sadar. Sedangkan sejumlah gambaran lain dari alam tidak sadar bisa masuk ke alam sadar karena bersembunyi dengan baik dalam bentuk mimpi, salah ucap, ataupun dalam bentuk pertahanan diri yang kuat.
Alam Sadar  (conscious)
Alam sadar yang memainkan peran tak berarti dalam teori psikoanalisis, didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang bisa langsung kita raih. Ada dua pintu yang dapat dilalui oleh pikiran agar bisa masuk ke alam sadar yaitu sistem kesadaran perseptual (perceptual conscious), yaitu terbuka pada dunia luar dan berfungsi sebagai perantara bagi persepsi kita tentang stimulus dari luar.
Sumber kedua bagi elemen alam sadar ini datang dari dalam struktur mental dan mencakup gagasan-gagasan tidak mengancam yang datang dari alam bawah sadar maupun gambaran-gambaran yang membuat cemas, tetapi terselubung dengan rapi yang berasal dari alam tidak sadar.

A. Aliran Behavioristik

Behaviorisme atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme — termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan— dapat dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan).
Teori-teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku. Semua bentuk tingkah laku manusia adalah hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses penguatan. Pendekatan behavioristik terhadap kepribadian memiliki dua asumsi dasar, yaitu:
  1. Perilaku harus dijelaskan dalam pengaruh kausal lingkungan terhadap diri
individu
  1. Pemahaman terhadap manusia harus dibangun berdasarkan riset ilmiah objektif à dikontrol dengan seksama dalam eksperimen laboratorium
Manusia dianalogikan atau dianggap sebagai tikus pintar yang mempelajari labirin kehidupan. Behavioristik memiliki pandangan tentang kehendak bebas yaitu perilaku yang ditentukan oleh lingkungan.
Tokoh-tokoh terkenal tentang masalah ini diantaranya adalah:
  1. Ivan Pavlov
  2. Edward Lee Thorndike
  3. John B. Watson
  4. B.F. Skinner

B. Aliran Humanistik

Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai Bapak dari psikologi humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi behavioristik dan psikoanalisis, dan memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan ciri-ciri eksistensinya.
Psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh Psikologi Humanistik memandang behavorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Maslow menjadi terkenal karena teori motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
1)    Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
2)    Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
3)    Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
4)    Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
5)    Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
Menurut Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusian. Ada empat ciri psikologi yang berorientasi humanistik, yaitu:
a)    Memusatkan perhatian pada person yang mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
b)    Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistis dan reduksionis.
c)    Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.
d)    Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (Misiak dan Sexton, 1988). Selain Maslow sebagai tokoh dalam psikologi humanistik, juga Carl Rogers (1902-1987) yang terkenal dengan client-centered therapy (Walgito, B 2002 : 80).

Sumber :
Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
https://agnesdevia.wordpress.com/2013/03/29/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran-psikoanalisa-aliran-behavioristik-dan-aliran-humanistik/
http://maizarpsikologi09.blogspot.com/2011/03/kepribadian-sehat-menurut-psikoanalisa.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoanalisis
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2010. Teori Kepribadian (Theories of Personality). Jakarta : Salemba Humanika.

Minggu, 08 Maret 2015

Orientation of Psyche Health

A. Orientasi Kesehatan Mental

1. Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya "Psikologi Agama" bahwa : Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tentang, aman dan tentram dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi( penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan"


2. Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri denan orang lain dan masyarakat lingkungan tempat ia hidup.


B. Konsep Sehat

Sehat adalah suatu kondisi dimana segala sesuatu berjalan normal dan bekerja sesuai fungsinya dan sebagaimana mestinya.

Konsep Sehat berdasarkan dimensi : 
·   Dimensi Emosional
     Menurut Goleman emosional adalah hasil campuran dari rasa takut, gelisah, marah, sedih dan senang.
  •     Dimensi Intelektual

     Memecahkan masalah dengan pikiran yang tenang, yang dapat memecahkan masalah tersebut. Misalnya berhenti sejenak dan memijit pada bagian kaki yang keseleo saat bermain futsal.
  • Dimensi Fisik
Sesuatu kondisi tubuh yang diharuskan dengan kondisi tubuh sehat.
  • Dimensi Sosial
Seseorang dapat melakukan perannya dalam lingkup yang lebih besar dan dapat berinteraksi dengan baik.
  • Dimensi Spiritual
Spiritual berhuungan dengan atau bersifat kejiwaan/kerohanian. Dengan berserah diri yerhada Yang Maha Kuasa. Contoh, ketika seseorang ditimpa musibah orang tersebut akan berserah diri dan berikhtiar supaya mendapatkan hikmah dari musibah tersebut.

C. Sejarah Kesehatan Mental


Sejarah Singkat

Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karena masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relatif mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi. Sekalipun oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
Khusus untuk masyarakat I ndonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan. Orang masih fokus pada masalah kuratif, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut  membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mendapatkan pertolongan di bidang kesehatan mental. Faktor budaya pun seringkali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai penderita gangguan mental. Oleh sebab itu, berikut dipaparkan sejarah mengenai perkembangan kesehatan mental, terutama di Amerika dan Eropa, dan semoga paparan ini menjadi referensi berbagai pandangan mengenai kesehatan mental yang saat ini ada di Indonesia.
·    

D. Pendekatan Kesehatan Mental


Pada pendekatan kesehatan mental meliputi:

a. Orientasi Klasik
Orientasi klasik ini banyak digunakan dalam dunia kedokteran, termasuk psikiatri. Menurut pandangan orientasi klasik, individu yang sehat adalah individu yang tidak mempunyai keluhan tertentu. Seperti ketegangan, rasa lelah, cemas , rendah diri atau perasaan tidak berguna yang semuanya menimbulkan perasaan sakit atau perasaan tidak sehat serta akan menggangu efisiensi dan efektifitas kegiatan sehari-hari. Dan individu yang sehat merupakan individu yang tidak mempunyai keluhan secara fisik dan mental.

b. Orientasi Penyesuaian Diri
Pandangan yang digunakan sebagai landasan orientasi penyesuaian diri adalah pendekatan yang menegaskan bahwa manusia pada umumnya adalah makhlik yang sehat mental. Dengan pandangan ini penentuan sehat atau sakit mental dapat dilihat sebagai derajat kesehatan mental. Selain itu, berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental dapat dipahami sebagai derajat kesehatan mental. Penentuan derajat kesehatan mental bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungannya. Penyesuaian diri ini tidak mengakibatkan perubahan kepribadian , stabilitas diri tetap terjaga dan tetap memiliki otonomi diri.

c. Orientasi Pengembangan Potensi
Menurut pandangan ini, kesehatan mental terjadi bila potensi-potensi kreatifitas , rasa humor , tanggungjawab, kecerdasan. Kebebasan bersikap dapat berkembang secara optimal sehingga mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri dan lingkungan disekitarnya. Individu dianggap mencapai taraf kesehatan mental, bila ia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan sehingga dapat dihargai oleh oranglain dan dirinya sendiri.


Sumber :


Ayo Kunjungi


Rabu, 14 Januari 2015

About unique's classmate in our 2PA03

Hi Kerels!

Yuhuu... 

Akhirnya disuruh buat tugas mengarang bebas , setelah lelah mengarang bebas dikertas jawaban UTS :3 Yapyapyap... Belum ada setahun kebersamaan kami dikelas 2PA03 ini, kadang saya sendiri masih suka salah sebut 1PA04(kelas saya ditingkat 1 dulu). Walopun belum sampe setahun kami seatap saat menuntut ilmu kedekatan mulai tumbuh dengan sendirinya. Kubu-kubu? Ah pasti lah ya setiap populasi manusia pasti ada dimana sekumpulan orang yang memiliki kebiasaan , hobi dan pemikiran akan membentuk kelompoknya sendiri. Tapi yang saya rasakan sejauh ini syukur Alhamdulillah saya mendapatkan teman sekelas yang bisa berbaur satu sama lain. Yaaa walopun masih ada "jaim", pastilah... namanya juga manusia(?)

2PA03 terdiri dari banyak sekali pemikiran yang kalo dikembangkan bakal jadi sesuatu yang "WAH" cuma kita belum aja bisa ngembanginnya. Kenapa saya bisa bilang begitu? Contoh sederhananya aja , ketika presentasi selesai banyak pertanyaan yang melambung diudara dan alhamdulillahnya sih dikit aja mahasiswa yang nanya tapi cuma mau dapet nilai walopun masih ada yang suka ngobjek nilai sana sini (penulis juga termasuk hahaha) Logika aja sih siapa coba yang gak mau dapet A? Kecuali karakter dalam getrich maunya dapet S (oke lupakan). Terus dari pertanyaan-pertanyaan itu terkadang membuat semuanya terlibat dan memberikan pemikirannya masing-masing. Semacam debat capres tapi gak pake contekan aja sih :v

2PA03 kami ini dikepalai oleh Rizqy Kuncoro, kita semua manggil dia Cooorrr,bocorbocor :v Kaga lah ya, kita manggilnya kuncoro/Coro haha. Kalo di bahasa Jawa sih Coro artinya kecoa :v yakali dikepalai oleh kecoa :v canda ya Cooor..

Nah karena masih sedikit yang bisa diceritain dan belum ada pengalaman wah dikelas ini jadi saya bingung apa yang mesti dijabarin. Dan alangkah baiknya kita sudahi dengan hamdalah dan doa sebelum tidur.

Night..

Kamis, 08 Januari 2015

PSIKOTERAPI ONLINE

Semakin berkembangnya jaman, maka semakin canggih pula teknologi. Dengan berkembangnya teknologi internet maka digunakan oleh sebagian orang untuk mempermudah kegiatan mereka, bahkan seorang psikologi pun bisa menangani pasiennya hanya menggunakan fasilitas internet. Pertanyaannya apakah itu semua efektif?? Dalam setiap perkembangannya internet memiliki begitu banyak damak positif tapi tidak sedikit pula dampak negatifnya. Disini saya akan membahas mengenai alat tes Psikologi dan Psikoterapi yang dilakukan di internet.

1.      1. Pertama yang akan dibahas adalah tes psikologi secara online. Contohnya adalah ada sebagian dari banyaknya perusahaan yang melakukan tes Psikologi hanya di Internet bukan tatap muka lagi. Positifnya adalah mempermudah kerja perusahaan tersebut dalam menilai calon karyawannya, karna penilaian score dilakukan digital oleh komputer bukan lagi perhitungan manual. Kedua dapat mengefektifkan waktu karna tidak lagi perlu tatap muka. Hanya saja dari sekian banyak nilai positif tetap saja memiliki banyak nilai negatifnya, yaitu banyaknya terjadi bocoran tes Psikologi tersebut. Dengan mudahnya seseorang mengakses internet dengan mudah pula kita mendapatkan informasi. Kedua saat melakukan Tes Psikologi bisa saja yang mengerjakannya bukan dirinya dengan kata lain menggunakan jasa orang lain agar bisa mengerjakan tes psikologi itu dan akhirnya perusahaan tersebut akan mmenyesal karna sudah salah dalam merekrut karyawannya. Berikut akan dijabarkan dampak positif maupun negatifnya :

-          Dampak Positif dan negatif  Tes psikologi online
> Positif :
- Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja dengan menggunakan internet
- Bisa mencoba-coba beberapa kali tes tersebut atau tes yang lain nya
- hasil tesnya pun langsung dapat diketahui tanpa harus menunggu waktu yang cukup lama
> Negatif :
-  Kerahasiaan alat tes semakin terancam
-  Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor
- Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi orang-orang yang berprofesi sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan psikologis / alat- alat tes psikologi) karena lapangan pekerjaan mereka dapat diambil alih oleh mesin-mesin yang diprogramkan untuk dapat melakukan tes-tes psikologi secara online, karena penyajiannya secara cepat dan langsung dapat diketahui hasilnya walaupun hasilnya kurang valid.


Contoh nyatanya adalah TES TPA CPNS  yang dilakukan melalui Internet itu tidak efektif karna akan banyak kecurangan yang terjadi.

2. Pembahasan ke dua adalah mengenai seorang psikologi yang melakukan Psikoterapi melalui internet. Seorang psikologi memang dapat membantu klien nya melalui internet, yaitu dengan menggunakan blog atau web pribadi mereka. Klien dapat menceritakan segala keluh kesahnya dan seorang psikologi dapat memberikannya nasehat serta solusi-solusi. Namun seorang psikologi tidak bisa menanganinya lebih lanjut jika ingin memberikan Psikoterapi atau tretmen. Mereka hanya bisa melakukan diskusi-diskusi kecil. Kelebihannya sebelum seorang psikologi menangani lebih lanjut dengan tatap muka mereka telah mengetahui inti dari permasalahan klien karna telah berkonsultasi sebelumnya melalui internet.
Itu lah sedikit pembahasan mengenai fenomena yang terjadi mengenai tes  psikologi dan psikoterapi yang terjadi, dengan segala kelebihan dan kekurangannya kita harus mampu melihat yang baik dilakukan melalui internet atau tidak. Karena tidak semua kegiatan bisa kita lakukan diinternet dengan menghasilkan sesuatu yang baik.

maaf pak cuma copy paste
REFERENSI:

Rabu, 07 Januari 2015

my certificates

Sertifikat ini saya peroleh dari pengalaman saya pergi ke kampung inggris (Pare,Kediri,Jawa Timur).




Sertifikat yang kedua saya peroleh dari seminar yang diadakan fakultas psikologi Gundarma yang mengangkat tema "Kesehatan Jiwa"



Sertifikat yang ketiga saya peroleh dari seminar yang diadakan oleh PsikologiID (komunitas psikologi digital atau terkenal melalui media sosial di twitter) dan mengangkat tema tentang "Microexpression and Body Language"